5 Masalah Kesehatan Paling Umum yang Mengintai Kaum Wanita

 Sudah sejak lama masalah kesehatan menjadi isu penting yang masih terus dibicarakan sampai sekarang. 

Meski begitu, tidak semua keluhan terkait kesehatan yang dialami oleh pria dan wanita selalu sama. Perbedaan bentuk dan anatomi tubuh menjadi salah satu faktor khusus yang harus diperhatikan sebelum menilai adanya masalah kesehatan wanita dan pria.

Bahkan, walaupun kadang ada beberapa penyakit dengan gejala yang serupa, tapi proses perawatan dan efek samping yang ditimbulkan bagi wanita pun mungkin saja berbeda. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan lengkap mengenai masalah kesehatan yang sering menimpa para kaum hawa ini.

Apa saja masalah kesehatan wanita yang banyak terjadi?

1. Kanker payudara





Kanker bisa dibilang sebagai salah satu penyebab utama kematian di dunia. Salah satu yang sering disebut-sebut sebagai masalah kesehatan wanita adalah kanker payudara.

Ini merupakan salah satu jenis kanker pada wanita yang membedakannya dengan pria, disamping kanker serviks dan kanker ovarium. Ada 1,67 juta kasus kanker yang terjadi di seluruh dunia, dimana 883 ribu kasus menyerang daerah berkembang dan 794 ribu lainnya di daerah maju.

Kanker ini awalnya menyerang lapisan saluran susu, hingga kemudian menyebar dengan cepat ke bagian lainnya. Tanda awal yang harus Anda cermati ketika muncul benjolan pada payudara.

2. Pemeriksaan tekanan darah



Lakukan pemeriksaan tekanan darah setidaknya satu kali dalam jangka waktu dua tahun. Namun, apabila angka atas (sistolik) berada dalam kisaran 120 – 139 atau angka bawah (diastolik) dalam kisaran 80 – 89 mm Hg Anda harus melakukan tes skrining setiap tahun.

Begitu juga saat angka teratas adalah 130 atau lebih besar karena merupakan tanda dari hipertensi.


3. Diabetes


Tes skrining kesehatan untuk wanita yang paling umum dilakukan adalah pemeriksaan kadar gula darah puasa. Yaitu, jumlah glukosa dalam darah setelah tidak makan selama 8 jam.

Ini dilakukan untuk mengecek apakah Anda memiliki kecenderungan penyakit diabetes atau tidak sehingga bisa dilakukan langkah pencegahan.

Lalu, Anda juga disarankan untuk melakukan tes skrining apabila:

  • tekanan darah mencapai 130/80 mm Hg atau lebih,
  • mempunyai indeks massa tubuh lebih dari 25, serta
  • faktor risiko diabetes lainnya.

4. Kanker payudara

Sebenarnya, Anda perlu melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sejak memasuki masa puber.
Biasanya, waktu yang tepat melakukannya adalah beberapa hari atau seminggu setelah menstruasi.
Namun, mengutip dari Mayo Clinic, para ahli kurang menyetujui jika Anda hanya melakukan cara ini saja untuk mendeteksi kanker payudara.

Maka dari itu, Anda perlu melakukan pemeriksaan payudara klinis agar dokter atau perawat dapat memeriksa area payudara secara sistematis, seperti mamografi.

Anda perlu melakukan tes skrining kesehatan wanita lainnya untuk mendiagnosis kanker payudara apalagi bila Anda mengalami benjolan di payudara atau riwayat keluarga dengan penyakit kanker.

Mamografi

Wanita berusia 50 – 74 tahun yang tidak memiliki faktor keturunan kanker payudara dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mamografi dalam kurun waktu dua tahun sekali. Lalu, wanita berusia di bawah 40 tahun sebaiknya tidak melakukan jenis tes atau pemeriksaan ini karena alasan radiasi.

Akan tetapi, Anda dapat mempertimbangkan untuk melakukan mamografi rutin setiap tahun apabila ada keluarga yang mempunyai riwayat kesehatan penyakit ini.

USG payudara

Dokter akan melakukan USG payudara apabila saat mamografi menemukan kista yang berisi cairan atau tumor padat. Ini juga merupakan tes skrining untuk wanita apabila Anda berusia di bawah 25 tahun atau sedang hamil karena lebih aman untuk janin.


5. Kanker serviks



Tes skrining kesehatan wanita untuk memeriksa kanker serviks sebaiknya sudah dimulai sejak usia 21 tahun. Setelah itu, hingga usia 29 tahun Anda juga perlu melakukan pap smear setiap 3 tahun sekali.

Namun, pada rentang usia ini dokter tidak memperbolehkan untuk melakukan tes HPV jika belum pernah melakukan hubungan seksual.

Sementara wanita berusia 30 – 65 tahun yang sudah aktif secara seksual juga harus melakukan tes pap smear setiap 3 tahun atau tes HPV setiap 5 tahun sekali.