-->

Vaksinasi : Halal dan Haram ?...Kok bisa ?... ini Penjelasan dari MUI

    Halal dan haram vaksin imunisasi di Indonesia masih menjadi perdebatan di beberapa kalangan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan bahwa sejatinya, pembuatan produk apapun yang bersinggungan dengan babi dan barang-barang haram lainnya, hukumnya tentu saja haram.


Menurut anggota komisi fatwa MUI -
Dr Hamdan Rasyid, MA, -memastikan bahwa menjaga kesehatan termasuk pemberian imunisasi hukumnya wajib dalam Islam. Masalahnya, harus benar-benar dipastikan bahwa vaksin yang diberikan dalam imunisasi tersebut halal dan tidak bersinggungan dengan zat-zat yang haram.

    "Halal haram bukan dilihat dari bahan baku atau dzat (kandungan-red) vaksin itu saja, tapi dilihat dari proses pembuatannya juga. Kalau dalam proses pembuatannya bersinggungan dengan zat yang haram, maka MUI mengatakan itu haram," tutur Hamdan, dalam temu media perkembangan imunisasi di Indonesia, di Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI). 


    Sementara di Indonesia, Hamdan menjelaskan bahwa meskipun enzim babi tersebut sudah hilang dan tidak lagi terdeteksi dalam kandungan obat dan vaksin, MUI masih mengkategorikan produk tersebut haram. Kehati-hatian menjadi alasan MUI mengeluarkan pernyataan tersebut.

    "Prinsip kami adalah kehati-hatian. Karena dalam proses pembuatannya pernah bersinggungan dengan enzim babi, makanya haram," ungkap Hamdan lagi.

    "Kami berpesan sih supaya jangan diabaikan. Maksudnya adalah tetap melakukan penelitian dan mencari dan membuat obat dan vaksin yang benar-benar halal," pungkasnya.