Tips, Memenuhi Gizi anak usia 1- 2 tahun

Sr Sehat - Agar bayi dan anak bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal, peran orang tua harus memperhatikan ASI dan makanan yang dikonsumsinya. serta ASI yang merupakan satu-satunya makanan yang mengandung zat gizi yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi usia 0-6 bulan.




    dalam pemenuhan nutrisi ini aktif bunda dan ayah  haruslah bijak memperhatikan perkembangan, bukan hanya memprioritaskan agar anak kenyang,tidak lapar akan tetapi harus pertimbangkan apakah makanan tersebut sesuai dengan usia mereka? Makanan yang tidak sesuai usia bisa saja membahayakan kesehatannya.


1. Memberikan ASI yang terbaik, 

    ASI adalah sumber nutrisi terbaik bagi bayi. Di dalamnya terkandung protein, lemak, vitamin, karbohidrat, kalsium, dan zat besi yang lebih mudah diserap bayi. WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan. Artinya, selama 6 bulan pertama, bayi tidak perlu mendapatkan asupan selain ASI. Setelah itu, pemberian ASI dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun.

Baca Juga :
                    Manfaat Buah Bit untuk kesehatan
  • Pengertian MP ASI
    Makanan pendamping ASI (MP ASI) merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga yang mengandung zat gizi, diberikan pada anak berumur 6–24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizinya selain dari ASI. Peranan makanan tambahan sama sekali bukan untuk menggantikan ASI, melainkan untuk melengkapi ASI.



2. Makanan Pendamping ASI (MPASI),

    WHO merekomendasikan agar bayi mulai diberi makan pada usia 6 bulan. Pada umumnya, tubuh bayi berusia 6 bulan sudah siap menerima makanan, dengan ciri-ciri berikut :
  • Bayi sudah dapat duduk dengan leher tegak dan mengangkat kepala tanpa dibantu
  • Kemampuan motorik sudah baik, bisa meraih dan menggenggam makanan dan memasukkannya ke mulut
  • Apabila bayi masih berumur di bawah 6 bulan, namun terlihat lapar dan tertarik pada makanan, pemberian MPASI pada usia ini tidak dianjurkan, karena usus bayi belum mampu mencerna makanan selain ASI dan susu formula. Bayi dapat mengalami kembung, diare, sembelit, alergi makanan, yang dapat berakibat pada kematian bayi. Ada beberapa perkecualian bagi bayi dengan kondisi khusus, seperti bayi kurang gizi atau kurang berat badan. Namun, pemberian MPASI sebelum waktunya harus dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter anak. Pemberian MPASI bisa mengikuti pedoman gizi seimbang yang akan dijelaskan berikutnya.

Baca Juga  :