Bahaya Telur Setengah Matang Bagi Kesehatan Anak Balita!

Sr Sehat - Menjaga kesehatan anak balita susah-susah gampang, oleh karena itu setiap ibu pasti ingin memberikan asupan protein yang berkualitas. Salah satu asupan makanan yang diperlukan anak yang mengandung sumber protein hewani yang mudah bergizi salah satunya adalah telur.



Telur menjadi salah satu sumber protein hewani yang murah dan mudah untuk dicari. Selain itu, telur juga mengandung gizi tinggi dan asam amino esensial yang lengkap. Karenanya, telur baik untuk dikonsumsi oleh anak.


Perlu diketahui bahwa sebutir telur utuh dapat mengandung bakteri yang disebut Salmonella. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam telur melalui kulit telur yang retak. Karenanya, jika telur diberikan dalam keadaan setengah matang atau mentah, ada resiko terjadinya keracunan makanan yang disebut Salmonellosis. Balita memiliki resiko 4 kali lipat lebih besar mengalami Salmonellosis dibandingkan dengan orang dewasa. Bahkan bukan hanya balita, orang yang sudah tergolong lanjut usia hingga ibu hamil juga memiliki risiko tinggi mengalami Salmonellosis.

Bukan hanya telur setengah matang biasa saja, makanan olahan telur yang dimasak belum sempurna, seperti mayones rumahan atau homemade juga masih berisiko menimbulkan Salmonellosis.


Selain risiko Salmonellosis, telur mentah atau setengah matang juga dapat memicu reaksi alergi telur pada anak. Alergi telur biasanya disebabkan oleh protein yang terdapat pada putih telur. Dengan proses memasak hingga matang, maka sebagian protein tersebut akan mati, hingga mengurangi risiko alergi pada anak.


Berikut beberapa tips terkait konsumsi telur yang perlu diperhatikan agar terhindar dari Salmonellosis:

1.Sebaiknya pilihlah telur yang sudah melalui proses pasteurisasi untuk menghilangkan bakteri Salmonella.

2.Perhatikan metode dan waktu memasak telur setengah matang, sekitar ½ hingga ¾ daripada memasak telur biasa.

3.Pastikan pula kesehatan tubuh dalam kondisi fit dan optimal sebelum konsumsi telur setengah matang.

4.Hindari menyimpan telur lebih dari 3 minggu.

5.Masak telur dengan cara direbus, digoreng, atau didadar hingga matang sempurna.

6.Hindari memberikan telur mentah atau setengah matang pada anak.

Salmonela dapat dicegah dengan merebus telur hingga benar-benar matang.