Perbedaan Headhunter, Recruitment, Dan Sourcer


Apa Perbedaan Headhunter, Recruitment, Dan Sourcer ?
dibawah ini adalah perbedaan : 


Headhunter

    Headhunter adalah profesi konsultan mengenai rekrutmen atau pencarian kandidat dimana pada umumnya terkhusus untuk posisi pada level manajer sampai dengan direktur, kandidat yang dipilihpun sesuai dengan kualifikasi yang diminta oleh klien yang berasal dari perusahaan.

    Headhunter biasanya bekerja pada sebuah agency atau berdiri sendiri sebagai consultant. Mereka akan mendapatkan bayaran setiap dari setiap kasus yang
diterimanya. Jadi, headhunter ini tidak hanya menerima pendapatan dari satu perusahaan saja, tapi dari setiap perusahaan yang menggunakan jasanya. Biasanya orang yang menjadi headhunter mencari kandidat yang lebih spesifik seperti Indonesian recruitment agency.

    Dalam mencari kandidat, headhunter lebih aktif dan juga agresif dalam 
mendekati kandidat yang diincarnya. Biasanya karena kandidat yang mereka incar
adalah top management, sehingga cara  pendekatannya pun berbeda. Apabila  kandidat yang diincar itu statusnya masih sedang bekerja, maka akan lebih menarik lagi bagi headhunter untuk bisa membajaknya ke perusahaan lain.

Rekrutmen

    Rekrutmen adalah strategi jangka panjang untuk membangun talent pool dan mempertahankannya, agar perusahaan memiliki kumpulan bakat berkualifikasi tinggi serta punya pengalaman dan keterampilan untuk meningkatkan daya saing bisnis. Rekrutmen tidak bertujuan mempekerjakan karyawan saat ini, melainkan untuk menjamin ketersediaan calon-calon tenaga kerja terbaik jauh sebelum perusahaan membutuhkannya.

    Rekrutmen membutuhkan pendekatan proaktif dimana meski perusahaan tidak sedang membutuhkan tenaga kerja baru, HR atau talent acquisition specialist memantau karyawan terbaik di internal dan mencari kandidat hebat (termasuk kandidat pasif) di luar perusahaan, melakukan pendekatan, menjalin komunikasi, memelihara hubungan dengan kandidat, dan memasukkan profil mereka dalam database kumpulan bakat.

    Rekrutmen membangun talent pool dengan memanfaatkan berbagai sumber yang lebih menjanjikan, seperti referral karyawan, LinkedIn, organisasi profesi, atau database pelamar terdahulu. Perekrut melakukan kurasi sehingga setiap profil yang masuk dalam kumpulan bakat merupakan kandidat yang berkualitas tinggi.

Sourcer

    Istilah sourcer mungkin yang paling asing ditelinga masyarakat Indonesia, tapi nyatanya pekerjaan ini sudah banyak yang melakoni. Sourcer juga sering disebut researcher atau orang yang mencari tahu. . Sourcer adalah orang yang mencari kandidat yang tugasnya mencari daftar informasi yang spesifik dari kandidat

    Misalnya perusahaan membutuhkan daftar nama untuk Head of IT yang paling hebat di Indonesia. Setelah sourcer berhasil membuat daftar tersebut, maka pekerjaannya sudah selesai. Soucer tidak sampai bertemu atau kontak langsung dengan orang-orang yang termasuk pada daftar yang dikumpulkannya itu.

    Pada dasarnya dari tiga macam pencarian tenaga kerja diatas memiliki kualifikasi dan ketentuan masing-masing. Ada perusahaan yang ingin menemukan staff karyawan yang bisa membantu kerja manajer atau bahkan posisi C-Level. Akan tetapi, pada posisi C-level sendiri tidak bisa ditentukan sembarangan. Perlu adanya kriteria yang perlu dipenuhi oleh kandidat, sama seperti executive search Indonesia sebelum memberikan kriteria seorang yang sesuai dengan kemauan klien. Tentu sudah dipastikan bahwa headhunter sudah menilai kemampuan dan keahlian yang sesuai bidangnya.